Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak akan ditangkap meskipun terdapat surat perintah dari Mahkamah Pidana Internasional. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons terhadap ancaman yang dilontarkan oleh Zohran Mamdani terkait pelaksanaan warrant ICC tersebut.
Dalam pernyataannya, Trump menekankan komitmen Amerika Serikat untuk melindungi sekutu utamanya di Timur Tengah. Ia menyatakan bahwa setiap upaya penangkapan terhadap Netanyahu akan ditolak secara tegas oleh pemerintahannya. Sikap ini mencerminkan hubungan erat antara Washington dan Tel Aviv yang telah berlangsung selama beberapa dekade.
Latar belakang surat perintah ICC terhadap Netanyahu berkaitan dengan tuduhan kejahatan perang dalam konflik di Gaza. Mahkamah tersebut telah mengeluarkan dokumen resmi yang menargetkan beberapa pejabat tinggi Israel. Namun, Amerika Serikat bukan anggota ICC dan secara konsisten menolak yurisdiksi lembaga tersebut terhadap warga negaranya maupun sekutunya.
Dampak dari posisi Trump ini berpotensi memperkuat isolasi diplomatik ICC di kalangan negara-negara non-anggota. Banyak pengamat menilai bahwa dukungan AS terhadap Israel akan terus menjadi faktor penentu dalam dinamika hukum internasional. Selain itu, ancaman penangkapan semacam ini dapat memengaruhi stabilitas negosiasi perdamaian di kawasan Timur Tengah.
Dari perspektif hukum internasional, kasus ini menyoroti keterbatasan ICC dalam menegakkan keputusannya tanpa dukungan negara-negara besar. Netanyahu sendiri telah menyatakan bahwa ia tidak akan terpengaruh oleh warrant tersebut dan akan melanjutkan tugasnya sebagai pemimpin Israel. Pemerintah Israel juga telah mengecam langkah ICC sebagai tindakan yang bias dan tidak adil.
Dalam konteks politik domestik AS, sikap Trump ini sejalan dengan kebijakan luar negerinya yang pro-Israel. Ia berulang kali menyatakan bahwa Israel memiliki hak untuk membela diri dari ancaman eksternal. Pernyataan terbaru ini kemungkinan akan menjadi bagian dari narasi kampanye atau pidato publiknya di masa mendatang.
Secara keseluruhan, insiden ini menegaskan kembali ketegangan antara lembaga internasional seperti ICC dan kekuatan negara-negara besar yang memiliki kepentingan strategis di kawasan konflik. Pemerintah AS di bawah Trump dipastikan akan terus memantau perkembangan dan memberikan dukungan penuh kepada Netanyahu.






